Oleh Albertus Muda Atun | Guru SMAN 2 Nubatukan dan Sosialisator Program Literasi Nasional
Ibu/Bapak Guru di sekolah tentu sudah tak asing dengan istilah umpan balik ( feedback). Di dalam Kurikulum Merdeka, umpan balik menjadi salah satu komponen penting dalam proses belajar mengajar agar tercapai tujuan secara maksimal. Umpan balik adalah sebuah komunikasi yang efektif dalam proses mencapai tujuan. Sebagai Komunikasi yang efektif, umpan balik menghendaki peran aktif dari dua pihak, bukan satu pihak. Misalnya hanya guru yang memberi umpan balik kepada proses-proses yang dilakukan peserta didik, atau sebaliknya hanya peserta didik yang memberi umpan balik kepada guru terhadap pengajarannya.
Umpan balik yang asyik itu dilakukan secara kolaboratif dua arah. Secara profesional guru mestinya secara berkala menerima umpan dari peserta didik agar pengajaran semakin berdampak bagi peserta didik dan sebaliknya seorang guru selalu memberi umpan balik secara spesifik dan jelas kepada para peserta didik agar mereka bisa belajar dari proses yang dilakukan. Grant Wiggins memberikan pencerahan terakhir 7 cara efektif dalam memberikan umpan balik. Tujuh cara itu antara lain:
Untuk lebih detail bisa dibaca lebih lanjut di sini: https://www.ascd.org/el/articles/seven-keys-to-effective-feedback